Sabtu, 28 Maret 2009
Aku cari sesuatu yg hilang..
Entah..
Rasa butuh kah?
Kehilangan kah?
Rasa bersalah kah?
yang buatku tergerak...
aku tak pernah lupa
takkan pernah sejenak pun terlewat
Saat gelap menghadang dan tanpa petunjuk
Saat firasat merusak syaraf
rasa percaya jadi sehelai benang
entah..
ada sesuatu yg kuat bertahan..
Kawan,,
mimpi - mimpi itu menghujaniku
serasa kawat duri dan ilalang tajam
ketakutan menyaru dalam benak
menyeruak membias malam
dan berakhir dalam kuatir yang sangat
kawan..
Saat kini kudapati sejumput serbuk ajaib
merubah mimpi dan haqul yakinku
Aku berharap mimpi itu sirna
Aku berharap semua ini tak ada
Aku........................
Jujur..... Aku kecewa .....
Harus senang kah?
Harus pilu kah?
meratapkan?
mencakar - cakar diri kah?
Harus memalsu senyum kah?
Aku melewatkan satu ilmu yang mutlak
melampaui kuatnya kata yakin..
Sang waktu yang absolute
mampu menggeser tatanan sendi - sendi penyangga bumi
apalagi hanya seonggok debu bernyawa
Kamis, 12 Februari 2009
Overview of Banyuwangi
Banyuwangi, kota kabupaten di pucuk timur pulau Jawa. Sebagian orang hanya mengingat kota kecil ini sebagai kota transit sebelum menyeberang ke pulau tetangga kami yang sangat terkenal itu, Bali. Namun, tak ada satupun yang tahu seperti apa kota kecil ini sebenarnya, tak ada yang ingin tahu.
Tapi tak apa, toh kota ini masih melenggang santai menantang jaman yang gila – gilaan, Banyuwangi kota yang acuh dan tak ambil pusing dengan jaman. Mungkin kota ini adalah salah satu kota yang menolak globalisasi besar – besaran seperti kota – kota lain di Jawa, kami terlalu senang dengan apa yang ada disini sekarang.
Disini kami cukup makan dengan sepuluh ribu perhari, cukup hangat dengan siang yang cerah dan cukup dingin dengan malam yang sejuk, cukup santai dengan suasana laut dan cukup damai dengan pegunungan yang ditempuh 20 menit perjalanan dari bibir pantai.
Disini tempat menikmati hidup, suasananya aman dan akrab, mengalir dan santai. Jalanan hanya sibuk pada jam – jam tertentu seperti jam masuk dan pulang sekolah atau jam pulang kantor, itu pun tak sampai satu jam. Jajanan tersebar di setiap sudut kota menawarkan menu – menu goyang lidah bercirikan pedas gurih khas Banyuwangi dan bagi penggemar seafood maka disini surganya.
Akulturasi budaya di Banyuwangi tak kalah rumit. Lokasinya yang berjarak tak lebih lebar dari Sungai Mahakam dengan the famous Bali dan sejarah koalisi pada jaman kerajaan antara Blamabangan dan Kerajaan Bali sedikit banyak mempengaruhi kesenian asli Banyuwangi, dari music pertunjukannya, tarian dan aksesorinya, seni perannya dan beberapa upacara adatnya. Pengaruh budaya suku Madura melahirkan suatu temperamen keras khas orang pantai pada diri orang Banyuwangi, diimbangi keluwesan dan keramahan suku Jawa pada umumnya dapat dilihat dalam sikap hangat yang ditawarkan masyarakat di Banyuwangi. Dari kesemua akulturasi budaya itu lahirlah suku Osing, suku asli Banyuwangi. Suku yang memiliki dialeg dan bahasa autentik, bahasa Osing. Suku dengan rasa kekeluargaan yang erat satu sama lain dan kehidupan social masyarakat yang menarik. Suku ini tersebar dari Banyuwangi Utara (daerah Ketapang) sampai wilayah kecamatan Songgon, Rogojampi.
Keadaan geografis Banyuwangi tak kalah kaya, musim yang bersahabat, sumber air dan hutan yang masih terjaga, laut yang kaya, tanah yang subur, topografi yang lengkap mulai dari hutan hujan, hutan musim, sabana, dataran rendah, pantai, pegunungan sampai daerah tergersang seperti gunung kapur dimiliki Banyuwangi. Wisata alamnya yang tak kalah wow dengan tetangga kami seperti Taman Nasional Baluran dengan hutan hujan, hutan musim, sabana, hutan mangrove dan bantengnya, Alas Purwo dengan vegetasi mangrove terbaik di pulau Jawa serta Sukomade dengan penangkaran Penyu Hijaunya. Kawah Ijen dengan danau kawah terbesar di Asia dan Pantai G-Land surga para surfer yang moncer dengan ombak terbaik kedua di dunia.
Bila anda penggila kebudayaan dan seni, kunjungilah desa – desa suku Osing di daerah Kemiren dan nikmatilah pagelaran seni Jejer Gandrung, Dhamarwulan, Angklung Paglak, Kebo – Keboan, Seblang, Angklung Caruk dan tradisi Sambatan yang masih dapat ditemui disini sambil menikmati jajanan asli seperti kue bagiak, opak gulung, sale, rengginan dan lainnya.
Bila anda menginginkan liburan yang santai maka berbecak ria keliling kota Banyuwangi cukup dengan Rp. 20.000,- sembari mengunjungi kedai rujak soto yang kondang akan sangat menyenangkan, atau ingin sesuatu yang berkesan maka dokar wisata patut dicoba. Ingin mencicipi makanan ala lesehan Banyuwangi yang terkenal dengan “Sego Tempong” bagi anda penggemar kuliner pedas maka menyusuri sepanjang jalan Ahmad Yani dan Adi Sucipto, mulai petang hingga dini hari, akan sangat memuaskan selera anda.
Bila anda menginginkan wisata alam yang menantang adrenalin dan fisik anda maka hiking di Ijen dengan kemiringan lebih dari 60o tidak bisa dilewatkan, menyusuri jalanan off road alas purwo dan sukomade, melibas belukar di Baluran dan menjadi raja lautan di atas ombak Pantai G-Land patut anda coba.
Sampai jumpa di Banyuwangi, kota kecil yang mengalir dan jauh dari hiruk pikuk Krisis Global. Sebagai oleh – oleh, terimalah wangsalan dari kami ;
Panase latar cungking
(Panasnya pelataran Cungking)
Ademe lurung Kemiren
(Dinginnya jalanan Kemiren)
Welase keliwat sangking
(Rasa sayangnya teramat sangat)
Kadung demen wes sakat bengen
(Kalau cinta sudah sejak dulu)
Kamis, 25 Desember 2008
TIYANG ALIT Buka Suara

TIYANG ALIT Buka Suara
Surabaya(19/12/2008). Tak sia – sia memang persiapan yang dilakukan sanggar teater mahasiswa Tiyang Alit , sanggar yang bernaung di Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS),dari beberapa bulan lalu. Sanggar yang bermarkas di lantai dua SCC ini mengadakan suatu acara teaterikal yang selalu dihelat di akhrir tahun.
Event tahun ini diketuai oleh Wiwit dan melibatkan “larva” (istilah untuk menyebut anggota baru dari Sanggar Tiyang Alit) dan beberapa pemain senior yang disebut “kepompong”. Event ini juga sebagai ajang pembuktian eksistensi dan kemampuan para larva sebagai pendatang baru.
Acara ini tak hanya dihadiri dan diisi oleh anggota Tiyang Alit dan mahasiswa ITS sendiri, namun melibatkan partisipasi dari beberapa sanggar teater luar ITS sebagai pengisi acara dan dihadiri tamu – tamu undangan dari berbagai kalangan.
Acara yang diselenggarakan dalam markas Tiyang Alit ini terbilang memiliki konsep yang unik, suasana persaudaraan yang kuat terasa begitu kental begitu memasuki ruangan. Disambut oleh beberapa orang resepsionis berpakain merah, hitam dan bawahan batik, tamu digiring memasuki suatu ruangan yang dibungkus kain hitam dan tanpa cahaya. Alas duduk telah tersedia berupa karpet plastik putih dan kami duduk “lesehan” ala warung kopi, semakin menambah kesan akrab. Tak lama berselang, beberapa wanita mengedarkan beberapa piring berisi penganan tradisional sebagai teman nonton kami nanti. Wow, agak surprise memang, baru kali ini saya diberi konsumsi saat menonton pementasan teater gratisan. Beberapa orang dengan tak sungkannya membakar batangan rokoknya, asap mengepul memenuhi ruangan.
Tak seperti pementasan teater pada umumnya yang terkesan serius dan berat, disini penonton dapat menyeletuk, berkomentar, menimpali pemain dan malah akan ditanggapi oleh pemain yang dituju. Pada pementasan ini hal – hal tersebut tak lagi barang tabu, mengingat rata – rata penonton adalah rekan sesama pemain teater dan sebagian besar sudah saling kenal maka suasana disini benar – benar lumer dan hangat dengan tidak mengurangi sisi profesionalitas dan kualitas tampilannya. Kelihatan penonton begitu akrab dan nyaman dengan suasananya diluar kesan dingin dan mistis dari ruangan hitam gelap ini.
Musik perkusi dari batangan bambu yang ditiup pelan menghasilkan efek yang dramatis, mistis, indah, alami dan tragis. Terdengar seperti lenguhan kerbau yang dipantulkan jajaran pohon angkuh di hutan belantara. Lalu masuk tabuhan gendang yang dalam dan bertalu bersahutan, iramanya rancak dan semakin cepat.Musik ini terdengar seperti musik suku – suku pedalaman yang akan membawa imaji penikmatnya pada suasana pesta suku primitif yang liar, rancak, ekspresif dan tak terbatas. Perkusi yang dibawakan oleh Teater Jendela ini menampilkan dua komposisi pembuka dan benar – benar telah menyedot simpati penikmatnya terlebih mereka yang baru pertama kali melihat tampilan perkusi macam ini.
Musik perkusi kembali terdengar, dan hening sejenak, lampu panggung menyala dan beberapa wanita berpakaian hitam memegang sapu lidi atau “tepis” di kedua tangannya lalu mulai bergerak perlahan layaknya sedang menggiring sesuatu, gerakannya lamat dan sorang wanita lain masuk lalu menari diantara penari – penari sebelumnya. Tarian teaterikal dari Teater JOSS kali ini begitu memikat sampai – sampai penonton yang sebelumnya telah diwanti – wanti untuk tak menyalakan apapun ,blits kamera sekalipun, dengan asyiknya berjajar tiarap di depan panggung dan mengabadikan moment dengan jepretan bertubi – tubi.
Judul teater Tiyang Alit kali ini adalah Anzing!!! Berupa karya drama monolog yang mengangkat realita sosial masyarakat yang digambarkan mulai bertingkah tak manusiawi layaknya seekor anjing. Karya yang disutradarai oleh Rinto ini dibuka oleh puisi dari 5 “anjing” yang menggambarkan lima penyakit sosial dalam masyarakat diantaranya korupsi, pornoaksi, penjilat dan anjing - anjing lain dalam masyarakat kita, seperti pekik anjing kelima,”Dimana – mana ANJING!!!!!!! ” . Drama ditutup dengan aksi buka baju oleh satu – satunya actor, Rizal , menggambarkn manusia yang pantas telanjang daripada bertopeng kebobrokan. (Tr) ADIPUTRA.Press
Selasa, 16 Desember 2008
imaji
Enak jadi penonton di balik etalase kaca..
Hari ini aku menemukan suatu apa yg disebut Life Style
Aku menjauh dari hiruk pikuk dunia
Tak ambil pusing dgn apa d luar sana?
Hingga aku sadar
Aku tertinggal jauh dari mereka
Hingga tersadar
Aku ada di balik teralis kaca
Menjadi penikmat drama sandiwara dunia
Boneka – boneka bodoh yg disebut manusia
Yang menghamba pada dunia
Aku hidup dalam tenang dan temaran
Bagian tersempil yg hanya nampak sebagian
Yang tak menghamburkan seluruh waktunya di dunia
Kadang kami menarik diri
Seolah tak ikut ambil pusing dgn hidup
Aku tertawa…..
Pikiranku berontak keluar tempurung
Menerobos masuk teralis kaca
Ingin ikut bersandiwara
Aku terhenyak
Aku tak pantas hidup disana
Aku mengarang imajiku
Mencipta duniaku
Di bawah pohon maple musim gugur
Menikmati pancaran matahari tua
Warnanya merah pucat keemasan
Kujatuhkan kepalaku di bahunya
Satu – satunya tegap yang trsisa
Tegap bahunya yang masih terasa muda
Helaian putih keperakan jatuh berjumbai
Berkilat- kilat dihantam sinar
Tangannya keriput,,,namun masih terasa halus…
Bila nanti dunia memanggil kami
Tongkat setia menyangga lelah dan menopang drama
Berulir lagi tawa – tawa semu
Lalu disenja hari kami kembali pulang ke alam imaji
Two,,,just two of us …
How to Create a Charmed Life
HOW to CREATE a CHARMED LIFE
Part I
1. MENCIPTAKAN HIDUP BAHAGIA
Dasar dari hidup bahagia adalah menumbuhkan keyakinan bahwa kita ada di dunia ini karena suatu alas an dan tujuan. Apa yang kita sebut sebagai hidup bahagia adalah jenis kehidupan yang telah diperuntukkan bagi kita, di mana kita pun boleh berkeinginan untuk memiliki bulan, asalkan kita mau meleps rasa takut untuk terbang.
Langkah – langkah berikut dapat anda terapkan untuk menciptakan HIDUP BAHAGIA seperti yang qita inginkan:
- Tengok kembali segala keajaiban yang kita alami, sadarilah dan syukurilah. Tak ada yang lebih menyedihkan daripada melihat seseorang yang memiliki cukup peluang untuk membuat hidup bahagia, tetapi tidak dapat melihatnya.
- Kemudian renungkanlah keadaan saat ini
- Akhirnya, tentukan seperti apa hidup yang kita ingini.
2. TURUTI KATA HATI
Berhasil memenuhi seluruh rencana harian, sudah merupakan suatu keberhasilan. Namun, hati kita juga punya rencana sendiri. Bila kita melihat kembali hari yang telah berlalu dan menemukan satu kenangan indah atau sebuah kisah yang menyentuh, berarti kita telah memberikan perhatian pada lubuk hati kita.
3. BERIKAN CUKUP SAAT ISTIMEWA BAGI DIRI ANDA
Setiap orang membutuhkan kesempatan untuk ‘bersinar’ .. Namun, tak seorang pun ada di pusat cahaya terus menerus. Terimalah, bahwa kia dapat ‘bersinar’ lalu ‘redup’ sejenak untuk kemudian ‘bersinar’ lagi. Bulan saja memiliki tahapan dari gelap ke purnama. Kita pun demikian.
Anda akan sadari bahwa mempunyai rasa istimewa itu penting untuk menciptakan kehidupan bahagia. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara;
· Sering – sering memanjakan diri dengan melakukan kegiatan yang kita kuasai dengan baik.
· Luangkan waktu bersama orang yang menganggap dan mengatakan bahwa kita istimewa.
·
Berpestalah untuk diri kita. (Tak ada kata terlalu tua untuk merayakan pesta ulang tahun)
· Latihlah orang disekitar kita untuk menghargai saat istimewa dalam hidup mereka dengan memberikan keistimewaan.
· Jangan menganggap sepele keberhasilan diri (“Ini Cuma kebetulan...bla..bla…bla” Mulai sekarang hilangkan!!!)
· Jika kita berada di puncak kebahagiaan, undanglah orang lain untuk merayakannya.
· Jika dunia tidak memperhatikan kita, perhatikanlah diri sendiri.
· Jangan halangi orang lain untuk ‘bersinar’.
· Sambutlah saat ‘bersinar’ sebagai suatu siklus.
4. MANFAATKAN KELEBIHAN KITA.
Agar kehidupan kita lebih bahagia, kita dapat menggunakan, menjual, menukarkan, dan mengembangkankelebihan alamiyang kita miliki dengan hal baik lain yang tidak mungkin datang dengan sendiri.
5. SEPULUH MENIT YANG BERHARGA
Biarpun kita sangat sibuk, sadarilah bahwa kita tetap membutuhkan saat tenang.
6.
PRINSIP LIBURAN
Anggaplah hidup sebagai sebuah liburan kerja yang panjang…..
Jadilah turis dalam
7. HEMATLAH TENAGA
Menjalani cara hidup yang bnayak menghisap energi akan membuat kita selalu merasa letih dalam hal apapun.
6 kebiasaan yang menguras tenaga;
- Terlalu banyak bicara
- Kurang tidur
- Harapan – harapan yang tidak realistis
- Jurang pemisah integritas diri . Menjembatani jurang pemisah anatara siapa diri kita dan harapan yang dituntut dari diri kita, membutuhkan usaha keras.
- Gossip
- Berkhotbah
8. LEWATI “GUNUNG HAMBATAN”
Jika menginginkan hidup yang bahagia atau tengah mencari sepercik harapan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali gunung hambatan yang menghalangi jalan kita.
9. HIDUP TENTERAM BERDAMPINGAN DENGAN MASALAH YANG TAK TERPECAHKAN
Kita membangun keberanian untuk melalui cobaan yang berkepanjangan dengan belajar hidup berdampingan dengan masalah lain yang lebih sederhana.
Perlu diingat bahwa Gangguan yang paling sukar dipecahkan di sekitar kita adalah sederhana saja, yaitu Gangguan itu sendiri.
Hidup berbahagia berarti mampu mengisi hidup di antara masa – masa sulit dan masa – masa senang. Untuk membantu anda, ingatlah;
- Akan selalu ada sesuatu yang perlu dikerjakan yang dapat mengubah sesuatu menjadi lebih baik.
- Anda bukan sedang menyangkal suatu masalah jika Anda menyadari adanya suatu masalah tapi masih bersikap tenang.
- Dilema perlu diberi pagar pembatas agar tidak pindah.
10. BERPETUALANG! ! ! ! !
Hidup yang menyenangkan adalah hidup yang penuh petualangan. Kita dapat memperolehnya dengan cara melepaskan atau meringankan beban, sambil berteman dengan orang – orang atau ikut dalam kegiatan – kegiatan yang membnagkitkan semangat.
By : Victoria Moran
a day wit pEE vEE
A day with Pee Vee…
Pia Vocalista???
Bneran dee, gag kpikiran masuk sana… Aneh .. Aku suka nyanyi,, sering paduan suara, tapi bosen ah.. sibuk ni Kuliah..
Till d end,,aku masuk PV juga akhirnya..
Sbenernya jadi volunteer aja.. Eh,,, kta Ko Mar,” ooo..tunggu saatnya kmu msti tanda tangan kontrak b’darah..”
He? Maksud nya loo..
Sharian ni,, aku playanan.. Ngisi Padus di Hendrikus .. officially just 2 hours long ... Tapi,, kog sampe sharian?? Ampek jm 5 sore ..
Ngapain ajah???
Mam2,having BRUNCH di LONG café .
Muter2 di DELTA.. Maunya nonton,, na tenyata tiket sold out ..
Muter2 di parkiran Ge Em .. sampe level 5 ... Baru turun dah ...
Dapet parkiran yg Pe-We truzzz k Cineplex 21 .. nonton TWILIGHT ..
Sumpaaaaaaaaa…… Aq gag sadar klo uda abesss n’ gag mao kuar dari teater …
Itu pilm ter ROMANTIS….lbi romantis dari pilm romance manapun ..
Pernah lyat orang pacaran on da high of tree? Among canopy ??????
Kuerrrrreeeennnn, Pak..
Tapi q gag bakalan coba’in.cz q punya elevating syndrome ..
Kecuali,,ada Georgeus Edward beside me …
Skarang, hujan trasa shangat mentari pagi
Bahkan petir serasa siulan burung surga
………………………………………………….
Jadi kpengennnnnnn…
Selasa, 02 Desember 2008
Surabaia, 2 Desember 2008
Wiew...Terro gag bisa buru2 ngeLAPTOP dunk...pdahal udah URGENT banget naaa..
O ia..ni blogg ke-2 kuu.. knapa dgn yg ptama??? Terro lupa alamat n' namanya apa'an?? Payah ya??
Ni posting ptama Terroo..
Surabaya ujan nih..Pake efek blowwy nya angin sgala lagi..
Ada acara mati lampu sgala loohh...
Kaya di pilm2..
Kemaren Terro liat The Saw 5,, gila ,, psiko tu orang..
Art of murder gtu.. Act of Violence bachelor degree.. graduated from mana yak??
trus d lanjutin Superhero Muuvii..
Waaaa..jauuu banget yak?!?!?!?.. Agak parno ccc.. tapi gokillll gila ...
jadi ngeres nie...
halah2..
uda dulu ya.. besok lagi
ta kasi poto deee.. hehehe
